Thursday, November 30, 2017

Mengapa Generasi Milenial Sulit Beli Rumah? Ini Penyebabnya!

AgenBandarSakong | SitusOnline | Sakongchips | Mesinuang | Antikalah | mvbokep |
Mengapa Generasi Milenial Sulit Beli Rumah? Ini Penyebabnya!

Mesin Uang -Pasti anda sudah mengetahuikan Millennials atau kadang juga disebut dengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980- 2000an. Maka ini berarti millenials adalah generasi muda yang berumur 17- 37 pada tahun ini. Millennials sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi.

Mengapa Generasi Milenial Sulit Beli Rumah? Ini Penyebabnya!


JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengaku khawatir mendengar banyak kajian yang memaparkan bahwa 90% generasi milenial tidak mampu membeli rumah.

Menurutnya, pemerintah perlu ambil bagian untuk mendistribusikan tanah melalui land manager.

"Ini karena kenaikan harga tanah tidak sejalan dengan kenaikan income," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/11/2017).

Sofyan menuturkan Kementerian ATR/BPN terus mengupayakan pembentukan Bank Tanah untuk bisa menjalankan fungsi sebagai land manager. Menurutnya, saat ini Kementerian ATR/BPN hanya menjalankan fungsi land administrator yakni mengatur hak dan memberi kepastian hukum atas tanah.

"Di mana-mana Kementerian Agraria punya dua tangan, land administrator dan land manager. Ini land manager sejak 1958 dihilangkan. Jadi walau secara de jure negara menguasai seluruh tanah, secara de facto negara tidak punya tanah," imbuhnya.


Sofyan menjelaskan pembentukan Bank Tanah telah dimasukkan ke dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Pertanahan yang diserahkan Kementerian ATR/BPN sebagai wakil pemerintah kepada Komisi II DPR RI.

"Kami masukkan dengan sangat eksplisit. Kalau sudah ada bank tanah, hari ini tanah terlantar bisa kita ambil, kita berikan ke instansi yang membutuhkan," tambahnya.

Selain Bank Tanah, Kementerian ATR/BPN, paparnya, telah mengeluarkan regulasi terkait pengembangan kawasan berorientasi transit atau yang lebih dikenal dengan Transit Oriented Development (TOD). Aturan tersebut dikeluarkan untuk mendukung pembangunan integrasi transportasi umum masal yang telah dilakukan pemerintah.

"Negara sudah investasi besar sekali untuk MRT, LRT, sangat penting untuk meng-capture value yang di-create pemerintah," jelasnya.


Pembangunan kawasan TOD dibagi dalam 3 jenis tipologi kawasan berdasarkan skala layanan, pengembagan pusat pelayanan, dan kegiatan yang dikembangkan.

"Ini akan membuat kota menjadi lebih baik, dan mobilitas orang menjadi lebih cepat dan lebih murah," tandasnya.

Sumber : Finansial.Bisnis
Share:
Copyright © MesinUang | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com